Pengawalan Humanis di Tengah Tradisi, Babinsa Bitera Amankan Jalur Naga Banda Menuju Puri Agung Gianyar

 

Gianyar – Bitra, Senin (2/3/2026)  Semangat kebersamaan dan kekhidmatan adat begitu terasa saat prosesi pemberangkatan Naga Banda digelar di Puri Agung Bitera, Ratusan warga tumpah ruah mengiringi perjalanan sarana upacara tersebut, sementara aparat kewilayahan sigap memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib.

 

Babinsa Kelurahan Bitera Koramil 1616-01/Gianyar, Koptu I Gusti Ngurah Aryo Purnomo, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitera Aipda I Dewa Ketut Artana bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Bitera melaksanakan pengamanan sekaligus pengawalan dari Puri Agung Bitera menuju Puri Agung Gianyar.

 

Sejak persiapan hingga pemberangkatan, aparat gabungan telah melakukan koordinasi intens guna mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas. Jalur yang dilalui iring-iringan prosesi melewati Jalan Mahendradatta, Jalan Ciung Wanara, hingga Jalan Ngurah Rai. Mengingat jumlah pengiring mencapai kurang lebih 500 orang warga Desa Adat Bitera, pengaturan lalu lintas dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada pengguna jalan.

 

Naga Banda yang diberangkatkan merupakan sarana utama dalam rangkaian Upacara Adat Pelebon tokoh masyarakat Gianyar, Ida Bhagawan Blebar Puri Agung Gianyar. Prosesi pendak oleh krama dan prajuru Desa Adat Gianyar berlangsung khidmat, penuh rasa hormat, serta sarat makna spiritual sebagai bentuk penghormatan terakhir.

 

Kehadiran Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali. Sinergi yang terjalin erat ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni antara tradisi, ketertiban umum, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

 

Melalui pengamanan yang optimal dan koordinasi yang solid, seluruh rangkaian pemberangkatan Naga Banda menuju Puri Agung Gianyar dapat terlaksana dengan aman, lancar, dan penuh khidmat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

600 Warga Iringi Mendak Naga Banda, Babinsa dan Pecalang Jaga Ketertiban di Puri Gianyar

 

Gianyar – Nuansa sakral dan penuh penghormatan menyelimuti kawasan Puri Gianyar di Jalan Kalantaka, Kelurahan Gianyar, Senin (2/3/2026). Ratusan warga dengan tertib dan khidmat mengikuti prosesi Mendak Naga Banda sebagai bagian dari rangkaian upacara adat yang sarat makna spiritual.

Babinsa Kelurahan Gianyar Koramil 1616-01/Gianyar, Sertu I Made Merta Yasa, bersama Bhabinkamtibmas Ipda I Gusti Ngurah Gede bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Gianyar melaksanakan atensi dan pengamanan kegiatan Mendak Naga Banda yang berlangsung di Puri Gianyar. Prosesi tersebut diiringi sekitar 600 orang warga yang dengan penuh rasa bhakti turut mengantarkan sarana upacara ke dalam lingkungan puri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Upacara Pelebon tokoh masyarakat sekaligus tokoh Puri, Ida Begawan Blebar, yang puncaknya akan dilaksanakan pada 7 Maret 2026. Dalam tradisi Hindu Bali, Pelebon adalah upacara kremasi tingkat utama yang diperuntukkan bagi kalangan tertentu, khususnya keluarga puri atau tokoh masyarakat. Upacara ini bukan sekadar prosesi pembakaran jenazah, melainkan simbol penyucian dan pelepasan roh (atma) menuju alam yang lebih tinggi, sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus wujud bakti keluarga dan masyarakat.

Naga Banda sendiri merupakan salah satu sarana penting dalam pelebon, melambangkan kekuatan dan penghantar suci yang mengiringi perjalanan atma menuju alam niskala. Karena nilai sakral dan besarnya antusiasme masyarakat, pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas menjadi prioritas agar seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang bahu-membahu mengatur arus kendaraan serta memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat pengguna jalan. Kehadiran aparat kewilayahan ini tidak hanya memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat dan budaya Bali yang adi luhung.

Melalui sinergi yang solid antara TNI, Polri, dan unsur adat, kegiatan Mendak Naga Banda di Puri Gianyar dapat berlangsung dengan nyaman, tertib, dan penuh khidmat, mencerminkan harmoni antara tradisi, keamanan, dan kebersamaan masyarakat Gianyar.

(Pendim 1616/Gianyar)

Ratusan Krama Iringi Naga Banda, Babinsa Bitera Pastikan Prosesi Pelebon Berjalan Aman

 

Gianyar – Bitra, Senin (2/3/2026)  Semangat kebersamaan dan kekhidmatan adat begitu terasa saat prosesi pemberangkatan Naga Banda digelar di Puri Agung Bitera, Ratusan warga tumpah ruah mengiringi perjalanan sarana upacara tersebut, sementara aparat kewilayahan sigap memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib.

 

Babinsa Kelurahan Bitera Koramil 1616-01/Gianyar, Koptu I Gusti Ngurah Aryo Purnomo, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitera Aipda I Dewa Ketut Artana bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Bitera melaksanakan pengamanan sekaligus pengawalan dari Puri Agung Bitera menuju Puri Agung Gianyar.

 

Sejak persiapan hingga pemberangkatan, aparat gabungan telah melakukan koordinasi intens guna mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas. Jalur yang dilalui iring-iringan prosesi melewati Jalan Mahendradatta, Jalan Ciung Wanara, hingga Jalan Ngurah Rai. Mengingat jumlah pengiring mencapai kurang lebih 500 orang warga Desa Adat Bitera, pengaturan lalu lintas dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada pengguna jalan.

 

Naga Banda yang diberangkatkan merupakan sarana utama dalam rangkaian Upacara Adat Pelebon tokoh masyarakat Gianyar, Ida Bhagawan Blebar Puri Agung Gianyar. Prosesi pendak oleh krama dan prajuru Desa Adat Gianyar berlangsung khidmat, penuh rasa hormat, serta sarat makna spiritual sebagai bentuk penghormatan terakhir.

 

Kehadiran Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali. Sinergi yang terjalin erat ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni antara tradisi, ketertiban umum, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

 

Melalui pengamanan yang optimal dan koordinasi yang solid, seluruh rangkaian pemberangkatan Naga Banda menuju Puri Agung Gianyar dapat terlaksana dengan aman, lancar, dan penuh khidmat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Kawal Sakralnya Mendak Naga Banda, Babinsa Gianyar Bersinergi Amankan Rangkaian Pelebon Tokoh Puri

 

Gianyar – Nuansa sakral dan penuh penghormatan menyelimuti kawasan Puri Gianyar di Jalan Kalantaka, Kelurahan Gianyar, Senin (2/3/2026). Ratusan warga dengan tertib dan khidmat mengikuti prosesi Mendak Naga Banda sebagai bagian dari rangkaian upacara adat yang sarat makna spiritual.

Babinsa Kelurahan Gianyar Koramil 1616-01/Gianyar, Sertu I Made Merta Yasa, bersama Bhabinkamtibmas Ipda I Gusti Ngurah Gede bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Gianyar melaksanakan atensi dan pengamanan kegiatan Mendak Naga Banda yang berlangsung di Puri Gianyar. Prosesi tersebut diiringi sekitar 600 orang warga yang dengan penuh rasa bhakti turut mengantarkan sarana upacara ke dalam lingkungan puri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Upacara Pelebon tokoh masyarakat sekaligus tokoh Puri, Ida Begawan Blebar, yang puncaknya akan dilaksanakan pada 7 Maret 2026. Dalam tradisi Hindu Bali, Pelebon adalah upacara kremasi tingkat utama yang diperuntukkan bagi kalangan tertentu, khususnya keluarga puri atau tokoh masyarakat. Upacara ini bukan sekadar prosesi pembakaran jenazah, melainkan simbol penyucian dan pelepasan roh (atma) menuju alam yang lebih tinggi, sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus wujud bakti keluarga dan masyarakat.

Naga Banda sendiri merupakan salah satu sarana penting dalam pelebon, melambangkan kekuatan dan penghantar suci yang mengiringi perjalanan atma menuju alam niskala. Karena nilai sakral dan besarnya antusiasme masyarakat, pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas menjadi prioritas agar seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang bahu-membahu mengatur arus kendaraan serta memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat pengguna jalan. Kehadiran aparat kewilayahan ini tidak hanya memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat dan budaya Bali yang adi luhung.

Melalui sinergi yang solid antara TNI, Polri, dan unsur adat, kegiatan Mendak Naga Banda di Puri Gianyar dapat berlangsung dengan nyaman, tertib, dan penuh khidmat, mencerminkan harmoni antara tradisi, keamanan, dan kebersamaan masyarakat Gianyar.

(Pendim 1616/Gianyar)

Sinergi TNI-Polri dan Pecalang, Babinsa Bitera Kawal Sakralnya Pemberangkatan Naga Banda

 

Gianyar – Bitra, Senin (2/3/2026)  Semangat kebersamaan dan kekhidmatan adat begitu terasa saat prosesi pemberangkatan Naga Banda digelar di Puri Agung Bitera, Ratusan warga tumpah ruah mengiringi perjalanan sarana upacara tersebut, sementara aparat kewilayahan sigap memastikan seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib.

 

Babinsa Kelurahan Bitera Koramil 1616-01/Gianyar, Koptu I Gusti Ngurah Aryo Purnomo, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Bitera Aipda I Dewa Ketut Artana bersinergi dengan Pecalang Desa Adat Bitera melaksanakan pengamanan sekaligus pengawalan dari Puri Agung Bitera menuju Puri Agung Gianyar.

 

Sejak persiapan hingga pemberangkatan, aparat gabungan telah melakukan koordinasi intens guna mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas. Jalur yang dilalui iring-iringan prosesi melewati Jalan Mahendradatta, Jalan Ciung Wanara, hingga Jalan Ngurah Rai. Mengingat jumlah pengiring mencapai kurang lebih 500 orang warga Desa Adat Bitera, pengaturan lalu lintas dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada pengguna jalan.

 

Naga Banda yang diberangkatkan merupakan sarana utama dalam rangkaian Upacara Adat Pelebon tokoh masyarakat Gianyar, Ida Bhagawan Blebar Puri Agung Gianyar. Prosesi pendak oleh krama dan prajuru Desa Adat Gianyar berlangsung khidmat, penuh rasa hormat, serta sarat makna spiritual sebagai bentuk penghormatan terakhir.

 

Kehadiran Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Bali. Sinergi yang terjalin erat ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga harmoni antara tradisi, ketertiban umum, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

 

Melalui pengamanan yang optimal dan koordinasi yang solid, seluruh rangkaian pemberangkatan Naga Banda menuju Puri Agung Gianyar dapat terlaksana dengan aman, lancar, dan penuh khidmat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Di Balik Prosesi Sakral, Babinsa Lebih Sigap Wujudkan Rasa Aman bagi Pemedek

 

Gianyar – Lebih, Senin (2/3/2026) Di tengah suasana duka yang mendalam, rangkaian upacara Pelebon almarhumah Anak Agung Rai Tjandrawati di Jaba Puri Lebih berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan. Kehadiran masyarakat yang datang untuk mengikuti prosesi penyiraman jenazah menunjukkan besarnya rasa empati dan solidaritas warga terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Untuk memastikan kegiatan adat berjalan lancar, Babinsa Desa Lebih Koramil 1616-01/Gianyar, Serka Wayan Suama, bersama Bhabinkamtibmas Desa Lebih Aiptu Made Sudiarta dan Pecalang Banjar Lebih Duur Kaja melaksanakan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pelayat yang hadir.

Almarhumah merupakan ibunda dari Anak Agung Gede Putra Wira Antara, ST., tokoh agama sekaligus Bendesa Adat Lebih Pakraman Lebih, sehingga prosesi dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, dan keluarga besar. Dengan jumlah pelayat yang cukup banyak, pengaturan arus lalu lintas menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan.

Selain mengatur lalu lintas, Babinsa juga aktif berkoordinasi dengan pecalang dan unsur keamanan lainnya untuk memastikan setiap tahapan prosesi berjalan sesuai rencana. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan warga binaan.

Puncak upacara Pelebon dijadwalkan berlangsung pada 5 Maret 2026. Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan khidmat dan lancar, sehingga keluarga yang ditinggalkan memperoleh ketenangan, sementara masyarakat dapat turut memberikan penghormatan terakhir dengan tertib dan penuh rasa hormat.

(Pendim 1616/Gianyar)

Jaga Kelancaran Upacara Adat, Babinsa Lebih Atur Lalu Lintas Saat Prosesi Pelebon

 

Gianyar – Lebih, Senin (2/3/2026) Di tengah suasana duka yang mendalam, rangkaian upacara Pelebon almarhumah Anak Agung Rai Tjandrawati di Jaba Puri Lebih berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan. Kehadiran masyarakat yang datang untuk mengikuti prosesi penyiraman jenazah menunjukkan besarnya rasa empati dan solidaritas warga terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Untuk memastikan kegiatan adat berjalan lancar, Babinsa Desa Lebih Koramil 1616-01/Gianyar, Serka Wayan Suama, bersama Bhabinkamtibmas Desa Lebih Aiptu Made Sudiarta dan Pecalang Banjar Lebih Duur Kaja melaksanakan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pelayat yang hadir.

Almarhumah merupakan ibunda dari Anak Agung Gede Putra Wira Antara, ST., tokoh agama sekaligus Bendesa Adat Lebih Pakraman Lebih, sehingga prosesi dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, dan keluarga besar. Dengan jumlah pelayat yang cukup banyak, pengaturan arus lalu lintas menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan.

Selain mengatur lalu lintas, Babinsa juga aktif berkoordinasi dengan pecalang dan unsur keamanan lainnya untuk memastikan setiap tahapan prosesi berjalan sesuai rencana. Kehadiran aparat kewilayahan di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan warga binaan.

Puncak upacara Pelebon dijadwalkan berlangsung pada 5 Maret 2026. Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan khidmat dan lancar, sehingga keluarga yang ditinggalkan memperoleh ketenangan, sementara masyarakat dapat turut memberikan penghormatan terakhir dengan tertib dan penuh rasa hormat.

(Pendim 1616/Gianyar)