Babinsa Mas Kawal Upacara Pelebon di Pengosekan, Prosesi Adat Berjalan Aman dan Khidmat

  

Gianyar – Ubud, Sabtu (31/1/2026)

Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen dalam menjaga kelancaran serta keamanan kegiatan adat dan keagamaan di wilayah binaan, Babinsa Desa Mas Koramil 1616-02/Ubud Sertu Made Surita bersama Bhabinkamtibmas Desa Mas Aiptu Made Karuna serta Pecalang Desa Adat Pengosekan melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dalam rangka Upacara Pelebon (Ngaben) almarhumah Jero Mangku Ni Nyoman Jenek (85 tahun), Jero Mangku Istri Pura Puseh dan Desa, warga Desa Adat Pengosekan, Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, yang meninggal dunia karena sakit.

Rangkaian kegiatan upacara diawali dengan prosesi Melaspas terhadap sarana dan prasarana upakara berupa Bade, Singa, serta sarana pendukung lainnya. Selanjutnya dilaksanakan upacara pecaruan Galang Kangin Pemargi Layon ke Setra sebagai bagian dari rangkaian ritual adat sebelum pemberangkatan jenazah.

Setelah seluruh rangkaian prosesi adat di rumah duka selesai, jenazah almarhumah diberangkatkan dari rumah duka yang berada di Jalan Raya Pengosekan menuju Kuburan Desa Adat Pengosekan, dengan diusung oleh warga banjar setempat. Setibanya di setra, rangkaian upacara dilanjutkan dengan prosesi kremasi/pembakaran jenazah, dan selanjutnya dilaksanakan prosesi nganyut atau pelarungan abu jenazah di Pantai Lembeng, Kecamatan Sukawati.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Desa Mas bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Desa Adat Pengosekan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang jalur prosesi dari rumah duka menuju setra dengan jarak kurang lebih 700 meter. Pengaturan lalu lintas dilakukan dengan menerapkan SOP CB-1 (sistem buka-tutup arus) secara prioritas guna menjamin kelancaran prosesi adat sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan lainnya.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif, berkat sinergi yang solid antara aparat kewilayahan, Pecalang, panitia adat, serta partisipasi aktif masyarakat.

 

(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar