Gianyar – Payangan, Jumat (9/1/2026) Sebagai wujud
kepedulian dan pelayanan TNI AD kepada masyarakat dalam mendukung kelancaran
kegiatan adat dan keagamaan, Babinsa Desa Kelusa Koramil 1616-07/Payangan Serda
I Wayan Martika melaksanakan pendampingan serta pengamanan kegiatan Upacara
Pitra Yadnya Mekingsan Ring Geni (pembakaran jenazah) almarhum A.A. Gede Anom
Sanur yang bertempat di Banjar Yeh Tengah, Desa Yeh Tengah, Kecamatan Payangan,
Kabupaten Gianyar.
Upacara Pitra Yadnya Mekingsan Ring Geni tersebut
dilaksanakan oleh pihak keluarga almarhum dengan penanggung jawab keluarga A.A.
Gede Ngurah Samban. Rangkaian upacara diawali dengan pelaksanaan prosesi
upakara di rumah duka yang berlokasi di Banjar Yeh Tengah, Desa Yeh Tengah,
Kecamatan Payangan, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sesuai
dengan adat dan tradisi setempat.
Setelah seluruh rangkaian upakara di rumah duka selesai
dilaksanakan, jenazah almarhum selanjutnya dipersiapkan untuk dibawa menuju
setra/kuburan Dalem Pingit Desa Adat Yeh Tengah. Dalam prosesi tersebut, warga
secara gotong royong menyiapkan sarana joli serta melaksanakan upacara
pemelaspasan terhadap sarana yang akan digunakan, sesuai dengan ketentuan adat
dalam upacara Mekingsan Ring Geni. Jenazah diletakkan di atas joli dan diarak
oleh warga menuju setra tanpa menggunakan iringan gamelan atau gong.
Prosesi arak-arakan jenazah menempuh jarak kurang lebih satu
kilometer dari rumah duka menuju setra/kuburan Dalem Pingit Desa Adat Yeh
Tengah melalui jalur utama desa. Setibanya di lokasi setra, jenazah diturunkan
dari joli dan dilanjutkan dengan rangkaian upakara serta prosesi kremasi atau
pembakaran jenazah. Bertindak sebagai pengrajeg sekaligus pemuput upacara
adalah Ida Bagus Wiradnyana. Setelah prosesi kremasi selesai, kegiatan
dilanjutkan dengan upakara lanjutan serta penghanyutan abu jenazah oleh pihak
keluarga.
Dalam rangka mendukung kelancaran, ketertiban, dan keamanan
jalannya upacara, Babinsa Desa Kelusa Serda I Wayan Martika bersinergi dengan
Pecalang Desa Adat Yeh Tengah serta prajuru adat setempat melaksanakan
pengamanan dan pengawalan secara humanis sepanjang rangkaian kegiatan.
Pengamanan dilakukan guna memastikan prosesi adat berjalan tertib, aman, dan
kondusif, serta memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang mengikuti
upacara.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan adat tersebut merupakan
wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus komitmen TNI AD dalam mendukung
pelestarian adat, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Bali.
(Pendim 1616/Gianyar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar