Gianyar – Makodim, Rabu (28/1/2026) Sebagai wujud nyata
komitmen TNI AD dalam mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan
Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Kodim 1616/Gianyar
menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba yang diikuti oleh seluruh
prajurit dan PNS TNI Kodim 1616/Gianyar.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman,
kesadaran, serta kewaspadaan seluruh personel terhadap ancaman serius narkoba
yang tidak hanya merusak kesehatan dan masa depan individu, tetapi juga dapat
mengganggu keharmonisan keluarga serta merusak profesionalisme dan
kesiapsiagaan satuan. Melalui penyuluhan ini, diharapkan seluruh anggota Kodim
mampu menjadi teladan dan pelopor dalam menciptakan lingkungan satuan yang
bersih, sehat, dan bebas dari narkoba.
Penyuluhan P4GN TA 2026 dimulai pada pukul 08.00 Wita,
diawali dengan kegiatan absensi dan dapat diikuti oleh 115 personil, kemudian
dilanjutkan dengan penjelasan singkat terkait teknis pelaksanaan kegiatan oleh
Pasiintel Kodim 1616/Gianyar Kapten Inf Karel Aldris P. Selanjutnya kegiatan
memasuki sesi pemberian materi inti.
Sebagai pemberi materi pertama, Kapten Inf Cokorda Agung
Semadi Agustina selaku Danramil 1616-06/Tegallalang menyampaikan materi
mengenai bahaya narkoba, jenis-jenis narkotika, serta dampak penyalahgunaannya
terhadap kesehatan, psikologis, dan kedinasan prajurit TNI.
“Narkoba adalah musuh bersama yang dapat merusak moral,
disiplin, dan masa depan prajurit. Oleh karena itu, setiap anggota TNI harus
memiliki benteng diri yang kuat, berani berkata tidak terhadap narkoba, serta
mampu menjaga diri dan lingkungan dari pengaruh negatifnya,” tegasnya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh
antusias, ditandai dengan keaktifan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Setelah pelaksanaan istirahat break (pemberian snack), kegiatan kembali dilanjutkan
dengan sesi berikutnya.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Kapten Cpl I Nyoman
Prajana, S.H., selaku Pasiops Kodim 1616/Gianyar, yang menekankan pentingnya
disiplin, pengawasan diri, serta peran komando dan rekan sejawat dalam mencegah
masuknya narkoba ke lingkungan satuan.
“Pencegahan narkoba tidak bisa dilakukan secara individu
saja, namun harus melalui pengawasan bersama, kepedulian antar anggota, serta
ketegasan dalam menegakkan aturan. Prajurit yang bersih dari narkoba adalah
prajurit yang siap menjalankan tugas negara,” ujarnya.
Sebelum memasuki sesi akhir, kegiatan dilaksanakan istirahat
ISOMA, kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 12.00 hingga 12.45 Wita dengan
sesi tanya jawab, evaluasi materi, serta penutup. Seluruh rangkaian kegiatan
berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, Kodim 1616/Gianyar berharap
seluruh prajurit dan PNS TNI semakin memahami bahaya narkoba serta berkomitmen
kuat untuk menjaga diri, keluarga, dan satuan dari ancaman narkoba, demi
terwujudnya TNI yang profesional, sehat, dan berintegritas.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar