Gianyar – Tampaksiring, Selasa (24/2/2026) Curah hujan
tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tampaksiring mengakibatkan terjadinya
bencana alam tanah longsor di Banjar Sawa Gunung, Desa Pejeng Kelod. Longsoran
tersebut menyebabkan tepi badan jalan amblas dan mengakibatkan penyempitan
akses jalan menuju banjar setempat, sehingga saat ini hanya dapat dilalui
kendaraan roda dua.
Menanggapi kejadian tersebut, Babinsa Desa Pejeng Kelod
Koramil 1616-01/Tampaksiring, Kopda Wayan Sumantra, bersama Bhabinkamtibmas
Desa Pejeng Kelod Aiptu I Wayan Umantara, Perbekel Desa Pejeng Kelod, serta tim
BPBD Kabupaten Gianyar, turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan
langkah penanganan awal. Kehadiran aparat gabungan ini bertujuan memastikan
keselamatan warga sekaligus mempercepat koordinasi penanganan bencana.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, longsor terjadi
dengan panjang kurang lebih 7 meter dan kedalaman mencapai sekitar 10 meter
hingga ke aliran sungai di bawahnya. Material longsoran menggerus pinggir jalan
dan menyeret pohon besar beserta akarnya jatuh ke sungai, sehingga kondisi tepi
jalan menjadi curam dan rawan membahayakan pengguna jalan.
Sebagai langkah penanganan sementara, petugas memasang tanda
peringatan di sekitar lokasi longsor agar pengguna jalan lebih waspada saat
melintas. Warga diimbau untuk mengurangi kecepatan dan berhati-hati mengingat
kondisi jalan yang menyempit serta kontur tebing yang cukup dalam akibat
longsoran.
Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun
luka-luka, namun kerugian materiil berupa kerusakan badan jalan yang jebol di
bagian tepi. Aparat terkait terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk
penanganan lebih lanjut guna mencegah longsor susulan dan memulihkan akses
jalan bagi masyarakat.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar