Gianyar – Tampaksiring, Selasa
(3/3/2026) Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan wilayah menghadapi potensi
bencana, Babinsa Tampaksiring Koramil 1616-03/Tampaksiring Sertu Ida Bagus
Nyoman Suta Adnyana mewakili Danramil menghadiri kegiatan Pertemuan Bantuan
Teknis Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA), Kegiatan tersebut digelar di
Yayasan Cahaya Mutiara Ubud, Banjar Kawan, Desa Tampaksiring, dan diselenggarakan
oleh Yayasan IDEP Selaras Alam.
Pertemuan ini bertujuan melakukan
koordinasi serta pembaruan informasi terkait progres pembentukan dan
kelengkapan KENCANA, sekaligus menyempurnakan serta menyepakati rencana kerja
kolaboratif lintas sektor dalam membangun kecamatan tangguh bencana.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah
pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Bappenas yakni Dinar
Dana Kharisma, S.E., MALD., Ph.D., serta Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat,
Kependudukan dan Ketenagakerjaan Maliki, ST, MSIE, Ph.D., Kabid Kedaruratan dan
Logistik BPBD Kabupaten Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta, Direktur Yayasan
IDEP Edward Angimoy, unsur Muspika, para Perbekel se-Kecamatan Tampaksiring,
tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur relawan dan lembaga desa.
Dalam pemaparannya, perwakilan Yayasan
IDEP menjelaskan kebijakan perlindungan anak, desa dan mitra, termasuk
perlindungan dari bahaya pelecehan dan eksploitasi. Disampaikan pula progres
Program Bali Mandala berdurasi 18 bulan yang melibatkan IDEP, BPBD, pemerintah
desa dan kecamatan, serta forum masyarakat dan adat. Program ini telah
merealisasikan berbagai kegiatan seperti analisis GEDSI, pelatihan konvergensi,
pelatihan relawan, pemetaan partisipatif, workshop PKD, RPB, hingga penyusunan
12 rencana kerja KENCANA.
Deputi Bappenas menekankan bahwa
bencana terbagi dalam kategori bencana alam, non-alam, dan bencana lainnya,
termasuk yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim. Oleh
karena itu, setiap desa diharapkan responsif serta mampu mengantisipasi dampak
perubahan iklim, dengan tetap menjaga sektor pertanian dan perkebunan sebagai
fondasi ketahanan wilayah.
Sementara itu, Direktur Kemandirian
Sosial dan Ekonomi Bappenas menyoroti pentingnya penguatan sistem komunikasi
dan koordinasi dari tingkat desa hingga kabupaten. Ia juga mengingatkan
pentingnya diversifikasi mata pencaharian masyarakat Bali yang selama ini
banyak bergantung pada sektor pariwisata, agar memiliki alternatif ekonomi
ketika terjadi krisis atau bencana.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog dan
diskusi terbuka guna menyamakan persepsi serta merumuskan solusi terbaik dalam
menghadapi potensi bencana di masing-masing wilayah.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar