Gianyar – Sabtu (7/3/2026) Suasana duka bercampur khidmat
menyelimuti Puri Agung Gianyar saat ribuan masyarakat dan tokoh penting Bali
memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Ida Begawan Anak Agung Gde
Agung Bharata, S.H., mantan Bupati Gianyar yang dikenal sebagai tokoh
masyarakat berpengaruh di Kabupaten Gianyar. Sebagai bentuk penghormatan dan
penghargaan atas jasa-jasa almarhum, dilaksanakan Upacara Pemberangkatan dan
Perabuan secara Kedinasan yang dipusatkan di Puri Agung Gianyar dan dilanjutkan
di Setra Adat Beng, Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar.
Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav
Rizal Wijaya, S.H., M.I.P. bersama personel Kodim 1616/Gianyar turut hadir dan
memberikan dukungan penuh terhadap jalannya prosesi penghormatan terakhir
tersebut.
Almarhum Ida Begawan Anak Agung Gde Agung Bharata, S.H.,
lahir di Gianyar pada 23 Juni 1949 dan wafat pada Sabtu, 21 Februari 2026 pukul
13.36 WITA di RSUD Sanjiwani Gianyar karena sakit pada usia 76 tahun. Semasa
hidupnya, almarhum pernah menjabat sebagai Bupati Gianyar periode 2003–2009 dan
2013–2018 (Bupati ke-9 dan ke-11) serta dikenal luas sebagai tokoh yang
berkontribusi besar dalam pembangunan dan kemajuan Kabupaten Gianyar.
Upacara kedinasan tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting,
di antaranya Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, M.M., putra kedua Presiden
RI ke-5 Muhammad Prananda Prabowo, Ketua PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu
Bawa Tenaya, Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Rizal Wijaya, S.H., M.I.P., para
Bupati/Wali Kota se-Bali, para penglingsir puri se-Bali, keluarga besar Puri
Agung Gianyar, serta unsur Forkopimda dan pimpinan OPD Kabupaten Gianyar. Hadir
pula Wakapolres Gianyar Kompol Willa Jully Nendissa, S.I.K., perwakilan
Kejaksaan Negeri Gianyar I Nyoman Triarta Kurniawan, S.H., M.H., Ketua DPRD
Kabupaten Gianyar I Ketut Sudarsana, S.T., M.Si., serta sekitar 3.000
masyarakat yang turut memberikan penghormatan terakhir.
Dalam upacara perabuan secara kedinasan tersebut, Bupati
Gianyar I Made Mahayastra, SST.Par., M.A.P. bertindak selaku Inspektur Upacara,
dengan Sekda Kabupaten Gianyar I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, S.IP., M.Si.
sebagai Komandan Upacara, dan Kasatpol PP, Damkar dan Penyelamatan Kabupaten
Gianyar I Putu Dian Yudane, S.STP., M.M. sebagai Perwira Upacara.
Sebelum pelaksanaan upacara kedinasan, terlebih dahulu
dilaksanakan rangkaian upacara adat dan keagamaan Hindu di rumah duka Puri
Agung Gianyar. Pada pukul 12.30 WITA, jenazah almarhum diberangkatkan dari
rumah duka menuju Setra Adat Beng untuk mengikuti prosesi upacara perabuan
secara kedinasan.
Upacara kedinasan dilaksanakan pada pukul 14.09 hingga 14.31
WITA, diawali dengan laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara,
kedatangan Inspektur Upacara di lapangan upacara, laporan Komandan Upacara,
pembacaan riwayat hidup almarhum, hingga apel persada yang dibacakan oleh
Inspektur Upacara. Prosesi dilanjutkan dengan penghormatan kepada jenazah,
peletakan karangan bunga oleh Inspektur Upacara dan perwakilan keluarga, serta
pembacaan doa oleh Kementerian Agama Kabupaten Gianyar.
Dalam pelaksanaan upacara tersebut, unsur pengamanan dan
dukungan personel melibatkan Kodim 1616/Gianyar, Polres Gianyar, Satpol PP,
Dishub, dan BPBD Kabupaten Gianyar. Adapun pasukan upacara terdiri dari unsur
Kodim 1616/Gianyar, Yonzipur 18/YKR, Polres Gianyar, Satpol PP, Dishub, BPBD
serta unsur masyarakat dengan total masing-masing unsur pasukan sebanyak 16
personel.
Setelah rangkaian Upacara Perabuan secara Kedinasan selesai
dilaksanakan, prosesi dilanjutkan dengan upacara adat agama Hindu (Plebon/Ngaben)
oleh pihak keluarga sebagai bentuk penghormatan terakhir secara adat kepada
almarhum.
(Pendim 1616/Gianyar)
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar